Belawan (mhp.com) Sumatera Utara,Jumat 30 Mei 2025

Kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Kantor Imigrasi Belawan mencuat ke publik hingga jadi perbincangan hangat. Kantor yang seharusnya untuk melayani masyarakat soal urusan dokumen diri, malah diduga jadi ajang Pungli.

Ibarat pepatah, ‘sepandai-pandai menyimpan bangkai, akhirnya bakal tercium juga’. Begitulah yang terjadi di Kantor Imigrasi Belawan. Dugaan Pungli di kantor yang melayani masyarakat soal urusan dokumen diri terbilang cukup rapi ditutupi, namun kasusnya telah menjadi rahasia umum.

Tidak sedikit masyarakat yang menyatakan pernah jadi korban dugaan Pungli oleh oknum-oknum di kantor tersebut. Bahkan, mereka mengaku tidak hanya “diperas” oleh oknum-oknum di lingkungan kantor itu saja, tetapi juga oknum-oknum di luar Kantor Imigrasi Belawan yang biasa disebut calo.

Sejumlah sumber yang ditemui awak media dari lokasi berbeda, memberikan pernyataan yang nyaris sama. Mereka menyebut bahwa aksi dugaan Pungli di Kantor Imigrasi Belawan telah berlangsung bertahun-tahun.

Dalam sehari, hasil dugaan Pungli di Imigrasi Belawan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Alhasil, banyak yang menyebut bahwa Kantor Imigrasi Belawan merupakan “Ladang Pungli”.

“Sudah berlangsung lama (Pungli). Hitungannya bertahun-tahunlah. Dalam sehari, hasilnya ditaksir bisa mencapai ratusan juta rupiah. Itu bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang datang setiap harinya untuk mengurus dokumen,” beber salah seorang sumber baru-baru ini yang enggan menyebut namanya.

Hal senada juga diungkapkan sumber lainnya yang tak ingin disebut jati dirinya. Pihak Imigrasi Belawan meraup uang ratusan juta rupiah setiap harinya dari hasil dugaan Pungli pengurusan dokumen diri.

Hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya masyarakat dari berbagai penjuru, khususnya Kota Medan sekitarnya yang datang ke Kantor Imigrasi Belawan untuk mengurus berbagai dokumen diri di antaranya mengajukan permohonan pembuatan paspor melalui jasa calo berkedok CV.

Setidaknya, ada sekitar seratusan pemohon yang datang ke Kantor Imigrasi Belawan setiap harinya. Menurut sumber, biaya resmi untuk pembuatan paspor hanya sebesar Rp350 ribu. Namun katanya, para pemohon diminta uang tambahan Rp500 ribu serta membayar jasa calo sebesar Rp100 ribu.

Artinya, untuk setiap satu paspor para pemohon harus merogoh kocek sebesar Rp950 ribu. Mirisnya lagi kata sumber, pihak Imigrasi Belawan juga membuat modus lain untuk mendapatkan uang tambahan dari para pemohon.

Di antaranya soal ketidakcocokan data. Dimana para pemohon harus membayar sedikitnya sekitar Rp300 ribu jika ada data seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Keluarga (KK) yang tidak cocok dengan di ijazah yang diajukan untuk mengurus paspor tersebut setidaknya polisi harus  bertindak cepat.

“Jika ada ditemukan nama, tanggal lahir, maupun tempat lahir di KTP dan KK berbeda dengan di ijazah, walaupun hanya satu huruf saja, maka pemohon harus membayar Rp300 ribu, jika ingin diloloskan,” beber sumber.

Uang Rp300 ribu tersebut lanjut sumber, hanya untuk satu item saja. Jika terdapat lima item, maka pemohon harus merogoh kantong hingga Rp1,5 juta, lain biaya pembuatan paspor sebesar Rp950 ribu.

“Jika ditotal, untuk satu paspor pemohon harus mengeluarkan uang sebesar Rp2.450.000. Ini hanya hitungan untuk satu pemohon saja. Bisa kita kalkulasikan berapa angka yang didapat jika masalah tersebut dialami puluhan, atau ratusan pemohon setiap harinya,” sebut sumber.

Uang Rp300 ribu tersebut lanjut sumber, hanya untuk satu item saja. Jika terdapat lima item, maka pemohon harus merogoh kantong hingga Rp1,5 juta, lain biaya pembuatan paspor sebesar Rp950 ribu.

“Jika ditotal, untuk satu paspor pemohon harus mengeluarkan uang sebesar Rp2.450.000. Ini hanya hitungan untuk satu pemohon saja. Bisa kita kalkulasikan berapa angka yang didapat jika masalah tersebut dialami puluhan, atau ratusan pemohon setiap harinya,” sebut sumber.

Dari informasi yang dihimpun, “uang haram” hasil dugaan Pungli tersebut setiap harinya dikumpulkan oleh oknum staf. Setelah terkumpul, uang haram itu akan dibagi-bagikan kepada sejumlah petinggi Kantor Imigrasi Belawan setiap Jumat.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Jongky Ade Situngkir, belum terkonfirmasi untuk dimintai keterangan soal adanya dugaan Pungli di kantor yang dipimpinnnya. 

Hp.R.s.Tim.