
Sorong, [Holong Papua. Com] Papua Barat Daya
— Pekerjaan pengaspalan jalan nasional di ruas Sorong–Klamono yang tetap dilakukan meski dalam kondisi hujan deras menuai sorotan tajam dari publik. Warga menilai pekerjaan itu tidak sesuai dengan standar teknis dan berpotensi mempercepat kerusakan jalan.
Yang lebih mengundang tanda tanya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PJN2 Papua Barat Daya justru diam seribu bahasa saat dikonfirmasi.
Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada salah satu PPK, Purwono, hingga berita ini diturunkan tidak mendapat jawaban.
Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa ada pembiaran terhadap praktik kerja yang tidak profesional. Bahkan, sejumlah warga menduga adanya “setoran” antara kontraktor dan pihak terkait sehingga mutu pekerjaan terabaikan.
“Dari dulu pekerjaan mereka seperti itu, aspal asal jadi. Tidak heran kalau jalan cepat rusak,” ujar salah satu pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya.
Peninjauan tim media di lapangan menunjukkan, beberapa titik jalan hasil pengaspalan tampak bergelombang dan mulai mengalami kerusakan, padahal proyek tersebut baru saja selesai dikerjakan.
Salah Satu tokoh Pemuda Papua, Frans Baho, meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor BPJN Papua Barat Daya.
“Kami menduga ada praktik mafia proyek di tubuh BPJN 2. KPK harus turun untuk bersihkan ini,” tegas James.
Ketika berita ini naik tayang, pihak BPJN Papua Barat Daya belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada salah satu petugas PPK PJN 2, Purwono, juga telah dilakukan namun tidak mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
By red hp







Leave a Reply