Pengelola galian C di Malanu Terlihat Masih mengingkari Kesepakatan Bersama,Terkait Kapasitas Muatan Truk.

Kota sorong :[ Holong Papua Com ] Papua Barat Daya 

Aktivitas galian C  masih melanggar perjanjian saat rapat ,terkait volume muatan penjual jasa ,Pantauan Media ini dilapangan masih terlihat truk keluar masuk mengambil tanah timbun dan pasir dilokasih Galian C Malanu yang sedang dikelolah oleh Cv. Baskara Newelik dan CV. Charisoma.Namun
Topik yang menjadi
Sorotan Media adalah,bukan masalah pengelolaan Galian C.Tetapi akibat Dampak Negatif yang ditimbulkan oleh Galian C dan kelalaian pihak pengelola yang mengingkari hasil Kesepakatan Rapat Dengar Pendapat RDP bersama ketua dan anggota DPRD komsi II kota Sorong 4 Februari 2026 yang menghasilkan beberapa. hal,termasuk pemuatan yang melebihi kapasitas (overload)

“Saat wawancara kami dilapangan dengan salah satu sopir Truk Frans yang mengangkut pasir mengatakan bahwa “mereka hanya mengikuti petunjuk dari pengawas dan operator Excavator yang bekerja dilapangan untuk pemuatan timbunan walaupun melebihi kapasitas.
hal tersebut sangat IRONIS dengan Steigmen dari pengelola CV Charisoma.Orpa Rosalina Osok:

“Kami siap berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh aktivitas operasional di lapangan terkait pengaturan kapasitas muatan,
“Kami akan mengawasi operator alat berat agar tidak mengisi muatan melebihi kapasitas, meskipun ada permintaan dari sopir truk,” tegas Orpa.
Hal tersebut menunjukan pihak pengelola entah sengaja atau tidak konsisten dalam berkata dan bertindak sesuai dengan harapan masyarkat umum yang menyaksikan maupun mengikuti dimedia online atau medsos.(Media sosial).

Ketika hasil pantauan Tim Media  dlapangan,Terlihat sudah ada tanda”dampak negatif yang ditimbulkan oleh Galian C adalah,sepanjang jalan KPR Exsim,dan KPR Pebpabri,menuju Arteri Terlihat genangan air,kolam” Debu dipemukiman warga,haspal yang Hancur tidak Nampak lagi,kios atau dagangan banyak ujar benny Salah satu warga KPR Exsim.

Beliau “Frans ” yang tergabung dalam grup Media Center PBD mengungkapkan bahwa ada Dampak yang sangat besar akan terjadi dikemudiaan hari adalah Erosi/banjir dari gunung ke pemukiman warga sekitarnya,dan Perumahan lokasi malanu,dan sudah dipastikan bahwa sendimen”pasir,tanah akan masuk disetiap got (selokan) gorong”bahkan pekerjaan dranase yg dikerjakan oleh pemerintah kota Sorong untuk mengatasi banjir percuma saja.
(sirna)turupnya.

By red