Kota Sorong — [ Holong Papua. Com] PBD Kondisi jalan nasional Sorong Jln. Klamono Km 18 menuju Aimas alun-alun pusat perkantoran tepatnya di sekitar Tugu Pawabili kini semakin memprihatinkan. Kerusakan parah pada badan jalan membuat ruas vital tersebut hanya bisa dilalui secara satu arah bergantian. Akibatnya, kemacetan kerap terjadi dan keselamatan pengendara terancam setiap hari.

Pantauan media ini  di lokasi, Senin (4/11/2025), terlihat sebagian besar badan jalan mengalami retakan lebar dan amblas di sisi kanan. Aparat atau pihak terkait telah memasang pembatas jalan darurat serta tali pengaman, namun penanganan yang dilakukan terkesan sampai saat ini , belum ada perbaikan , apakah harus menunggu ada korban baru dikerjakan.

Para pengendara roda empat maupun roda dua tampak berhati-hati saat melintas.
Kerusakan di titik tersebut bukan hanya menghambat arus transportasi antara Sorong dan Aimas, tetapi juga menimbulkan potensi kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan yang menurun dan tanpa penerangan memadai semakin memperburuk situasi, terutama di malam hari.

Warga sekitar menilai lambannya respons pemerintah dalam memperbaiki jalan nasional itu mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur strategis. “Ini jalur utama, tapi dibiarkan rusak begitu saja. Kalau bukan karena inisiatif warga pasang tanda bahaya, mungkin sudah banyak korban,” ungkap seorang pengemudi ojek.

Ruas Sorong–Aimas merupakan jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat Sorong Raya. Kerusakan di sekitar Tugu Pawabili ini menambah panjang daftar keluhan pengguna jalan terhadap kondisi infrastruktur nasional yang dinilai tak sebanding dengan intensitas lalu lintas yang tinggi.

Masyarakat berharap pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Barat Daya segera turun tangan melakukan perbaikan secara permanen. Penanganan cepat dinilai sangat mendesak untuk mencegah kecelakaan dan memastikan arus transportasi supaya  kembali normal di jalur satu-satunya penghubung Sorong dan Aimas tersebut….( hp. Lin.ika) .